Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan industri manufaktur paling maju di dunia. Berdasarkan data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD, 2024), sektor industri menyumbang lebih dari 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang, dengan kontribusi besar dari bidang otomotif, robotika, dan teknologi presisi seperti CNC (Computer Numerical Control). Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Jepang menghadapi tantangan serius berupa penurunan populasi usia produktif, yang membuat negara tersebut semakin membuka peluang bagi tenaga kerja muda dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (Ministry of Health, Labour and Welfare) mencatat bahwa pada tahun 2025, jumlah tenaga kerja asing di Jepang telah mencapai 2 juta orang, dan Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar dalam kategori program pemagangan teknis (Technical Intern Training). Program ini menjadi bentuk kerja sama nyata antara kedua negara dalam memperkuat sektor industri melalui peningkatan keterampilan tenaga muda Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di Jepang, LPK Asia Kyoei Center (AKC) turut berperan aktif melalui program pemagangan resmi yang mempertemukan semangat pemuda Indonesia dengan peluang karier di industri Jepang. Pada hari Senin, 27 Oktober 2025, LPK AKC secara resmi memberangkatkan satu peserta magang ke Jepang, yaitu Farhan, pemuda asal Kabupaten Blitar, yang akan menempati posisi operator CNC di salah satu perusahaan manufaktur di Prefektur Gifu.

Farhan merupakan sosok yang istimewa. Ia memulai perjalanannya tanpa pengetahuan dasar bahasa Jepang sedikit pun. Delapan bulan lalu, ia datang ke LPK Asia Kyoei Center dengan tekad sederhana: ingin memperbaiki masa depan dan membanggakan orang tuanya. Dengan bimbingan para instruktur yang berpengalaman, Farhan perlahan mulai memahami huruf-huruf hiragana dan katakana, belajar tata bahasa, hingga akhirnya mampu berbicara dalam percakapan sehari-hari. Selain pelatihan bahasa, ia juga menjalani pembelajaran budaya kerja Jepang, kedisiplinan, serta etika industri yang menjadi ciri khas tenaga kerja Jepang.
“Awalnya saya sama sekali tidak tahu apa-apa tentang bahasa Jepang. Melihat hurufnya saja sudah bingung. Tapi para sensei di LPK Asia Kyoei Center sabar sekali. Mereka tidak hanya mengajar bahasa, tapi juga memberi motivasi supaya saya terus semangat,” ungkap pria berumur 21 tahun tersebut.
Bagi Farhan, delapan bulan di LPK AKC bukan sekadar waktu belajar, tetapi juga masa pembentukan diri. Ia memulai rutinitasnya dengan bangun pagi dan melakukan souji (kegiatan bersih-bersih area asrama), kemudian berangkat ke kelas untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang. Ia bersama peserta lain mengikuti senam dan latihan fisik rutin sebelum pelatihan bahasa dimulai, yang dirancang untuk membentuk daya tahan tubuh serta disiplin kerja. Di sela waktu luang, Farhan memanfaatkan kesempatan untuk mengulang pelajaran, berlatih percakapan, dan menghafal kosakata baru. Rutinitas ini membentuk mental tangguh, rasa tanggung jawab, dan karakter kerja yang kini menjadi bekalnya menatap masa depan di negeri Sakura.
“Saya tidak pernah menyangka akan diterima di perusahaan Jepang. Rasanya seperti mimpi. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua instruktur dan staf LPK Asia Kyoei Center. Tanpa mereka, saya mungkin tidak akan bisa sampai di tahap ini,” ucap Farhan dengan penuh rasa haru dan bangga sebelum keberangkatannya di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Kini, Farhan siap memulai babak baru di Prefektur Gifu, sebuah wilayah yang dikenal sebagai pusat industri manufaktur presisi di Jepang. Ia akan mengikuti masa pemagangan selama tiga tahun, di mana ia tidak hanya akan bekerja, tetapi juga belajar lebih dalam tentang sistem kerja, budaya, dan teknologi industri Jepang yang menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Bagi Farhan, keberangkatannya bukan hanya tentang bekerja di luar negeri, tetapi juga simbol dari semangat dan ketekunan anak muda Indonesia. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman lain yang sedang berjuang meraih impian serupa.
Keberangkatan Farhan menjadi bukti nyata bahwa LPK Asia Kyoei Center bukan hanya lembaga pelatihan bahasa, melainkan juga tempat membangun karakter, etos kerja, dan mimpi generasi muda Indonesia untuk menembus dunia industri global.
🖋️ Penulis : admin AKC
📞 Kontak : 082147782766
🌐 Website: www.asiakyoeicenter.com
📍 Alamat : Ruko Unesa Kav. 5, Jl. Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya
