LPK Asia Kyoei Center kembali melaksanakan kegiatan mensetsu atau wawancara kerja untuk penempatan di Jepang. Pada kegiatan kali ini, mensetsu dibuka untuk job pemeriksaan mesin dengan penempatan di Aichi, Jepang. Dari total 15 peserta yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 5 peserta dinyatakan diterima oleh perusahaan.

Job pemeriksaan mesin merupakan salah satu pekerjaan penting dalam industri manufaktur. Pekerjaan ini berkaitan dengan proses pengecekan hasil produksi, ketepatan ukuran komponen, kondisi mesin, serta kualitas produk sebelum digunakan atau dikirim ke proses berikutnya. Karena itu, peserta yang mengikuti seleksi tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga harus memiliki keterampilan teknis dasar, terutama kemampuan mengoperasikan mesin CNC.
Kemampuan CNC menjadi salah satu keterampilan penting karena banyak perusahaan manufaktur Jepang menggunakan mesin berbasis presisi untuk menghasilkan komponen industri. Dalam pekerjaan pemeriksaan mesin, peserta perlu memahami cara kerja mesin, membaca hasil produksi, serta memastikan bahwa ukuran dan bentuk komponen sesuai dengan standar perusahaan. Selain itu, ketelitian juga menjadi hal utama karena kesalahan kecil dalam pemeriksaan dapat memengaruhi kualitas produk.
Selain tes interview, peserta juga mengikuti tes jangka sorong. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam membaca ukuran secara tepat dan teliti. Jangka sorong merupakan alat ukur dasar yang banyak digunakan dalam dunia industri, terutama untuk mengukur diameter, ketebalan, kedalaman, dan dimensi komponen. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan jangka sorong menjadi bekal penting bagi peserta yang akan bekerja pada bidang pemeriksaan mesin.
Kebutuhan terhadap keterampilan di bidang mesin dan manufaktur juga didukung oleh perkembangan industri Jepang. Data Japan Machine Tool Builders’ Association yang dipublikasikan pada 2026 menunjukkan bahwa nilai pesanan machine tool Jepang pada April 2026 mencapai 188,97 miliar yen dan naik 45,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor mesin perkakas dan produksi presisi di Jepang masih bergerak kuat dan membutuhkan dukungan tenaga kerja yang terampil.
Penempatan peserta di Aichi juga sangat relevan dengan bidang pekerjaan ini. Aichi dikenal sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di Jepang. JETRO mencatat bahwa sejak tahun 1977, Aichi menjadi prefektur nomor satu di Jepang dalam nilai pengiriman produk manufaktur. Di wilayah ini juga terdapat banyak industri transportasi, otomotif, aerospace, serta perusahaan pendukung manufaktur. Pemerintah Prefektur Aichi juga mencatat bahwa sektor manufaktur menyumbang 35,1 persen terhadap PDRB prefektur, dan Aichi memiliki nilai pengiriman produk manufaktur terbesar di Jepang sejak 1977.
Di sisi lain, Jepang masih menghadapi tantangan kekurangan tenaga kerja akibat penurunan angka kelahiran dan penuaan penduduk. JETRO menyebutkan bahwa kondisi demografi tersebut berdampak pada kekurangan tenaga kerja di sektor manufaktur. Situasi ini membuka peluang bagi pekerja asing yang memiliki keterampilan, kedisiplinan, dan kesiapan kerja sesuai standar perusahaan Jepang.
Dari sisi Indonesia, peluang kerja ke luar negeri juga menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen. Jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang, sementara penduduk bekerja sebanyak 147,67 juta orang. Data ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang terarah dan berbasis keterampilan masih sangat dibutuhkan, terutama bagi calon pekerja muda yang ingin mengembangkan diri.
Melihat kondisi tersebut, LPK Asia Kyoei Center berperan sebagai jembatan yang menghubungkan calon pekerja Indonesia dengan kebutuhan perusahaan Jepang. Melalui pelatihan bahasa Jepang, pembinaan sikap kerja, kedisiplinan, mental kerja, serta persiapan teknis, peserta dibimbing agar mampu mengikuti proses seleksi dan siap bekerja di lingkungan industri Jepang.
Mensetsu job pemeriksaan mesin kali ini merupakan angkatan kedua dari perusahaan tersebut. Sementara itu, peserta dari angkatan pertama saat ini masih mengikuti proses diklat di LPK Asia Kyoei Center. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan berkelanjutan dari perusahaan Jepang kepada LPK Asia Kyoei Center dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Keberhasilan 5 peserta dalam mensetsu ini menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, terutama dalam bahasa Jepang, keterampilan teknis CNC, penggunaan alat ukur, serta kedisiplinan kerja. LPK Asia Kyoei Center berharap para peserta yang diterima dapat mengikuti seluruh proses lanjutan dengan baik, menjaga semangat belajar, dan mempersiapkan diri menuju keberangkatan ke Jepang.
Melalui kegiatan mensetsu ini, LPK Asia Kyoei Center terus menunjukkan komitmennya dalam membuka peluang kerja internasional bagi peserta Indonesia. Dengan pelatihan yang terarah dan kerja sama yang baik dengan perusahaan Jepang, LPK Asia Kyoei Center berharap semakin banyak peserta yang mampu meraih kesempatan bekerja, meningkatkan keterampilan, dan membangun masa depan yang lebih baik.
