Heat treatment atau perlakuan panas merupakan salah satu proses penting dalam industri manufaktur, terutama pada bidang pengolahan logam dan komponen mesin. Proses ini dilakukan dengan cara memanaskan logam pada suhu tertentu, menahannya dalam waktu tertentu, lalu mendinginkannya dengan metode khusus untuk menghasilkan sifat material yang lebih baik, seperti lebih kuat, keras, tahan aus, atau lebih stabil saat digunakan dalam proses produksi.
Dalam industri Jepang, pekerjaan heat treatment memiliki peran penting karena banyak digunakan dalam pembuatan komponen otomotif, mesin, alat industri, dan berbagai produk manufaktur presisi. Kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang manufaktur juga masih tinggi. Data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang yang dirangkum Nippon.com menunjukkan bahwa jumlah pekerja asing di Jepang pada Oktober 2025 mencapai sekitar 2,6 juta orang, naik 11,7 persen dibanding tahun sebelumnya, dan sektor manufaktur menjadi sektor dengan jumlah pekerja asing terbesar, yaitu 24,7 persen dari total pekerja asing.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Jepang masih membutuhkan dukungan tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, untuk mengisi kebutuhan industri. Melihat peluang tersebut, LPK Asia Kyoei Center terus berperan sebagai jembatan yang menyiapkan calon pekerja Indonesia agar memiliki kemampuan bahasa Jepang, kedisiplinan, kesiapan mental, dan pemahaman budaya kerja Jepang sebelum mengikuti seleksi perusahaan.
Pada kegiatan kali ini, LPK Asia Kyoei Center melaksanakan mensetsu atau wawancara kerja untuk jenis pekerjaan heat treatment dengan penempatan di Prefektur Aichi, Jepang. Aichi sendiri dikenal sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di Jepang. JETRO mencatat bahwa sejak tahun 1977, Aichi menjadi prefektur nomor satu di Jepang dalam nilai pengiriman produk manufaktur. Wilayah ini juga memiliki konsentrasi industri otomotif, aerospace, dan industri pendukung manufaktur.
Kegiatan mensetsu ini diikuti oleh 18 peserta laki-laki. Setelah melalui seluruh tahapan seleksi, sebanyak 6 peserta dinyatakan diterima oleh perusahaan. Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi peserta dan LPK Asia Kyoei Center, sekaligus menunjukkan bahwa kesiapan bahasa, fisik, sikap kerja, dan kedisiplinan menjadi faktor penting dalam proses seleksi perusahaan Jepang.

Pelaksanaan mensetsu diawali dengan pemaparan dari pihak perusahaan. Perusahaan terlebih dahulu menayangkan profil perusahaan agar peserta memahami bidang usaha, lingkungan kerja, serta jenis pekerjaan yang akan dijalani di Jepang. Setelah itu, perusahaan juga menjelaskan sistem gaji, aturan kerja, dan gambaran kehidupan kerja di perusahaan. Penjelasan ini penting agar peserta memiliki pemahaman yang jelas sebelum mengikuti tahap seleksi berikutnya.
Setelah sesi penjelasan selesai, peserta dipanggil satu per satu untuk melakukan jikoshokai atau perkenalan diri dalam bahasa Jepang. Pada tahap ini, peserta dinilai dari kemampuan berbicara, kepercayaan diri, sikap, ekspresi, dan kesiapan menjawab pertanyaan. Selain itu, peserta juga diminta untuk menulis huruf hiragana dan katakana sebagai bagian dari penilaian kemampuan dasar bahasa Jepang.
Dari 18 peserta yang mengikuti tahap awal, sebanyak 9 peserta dipanggil untuk mengikuti tahap kedua. Pada tahap ini, peserta mengikuti tes fisik berupa push up dan sit up, serta tes pageboard. Tes ini dilakukan untuk melihat kesiapan fisik, ketahanan tubuh, ketelitian, serta kemampuan peserta dalam mengikuti instruksi. Hal ini sangat relevan karena pekerjaan heat treatment membutuhkan kondisi fisik yang baik, konsentrasi tinggi, dan kedisiplinan dalam menjalankan prosedur kerja.
Job heat treatment menuntut peserta untuk bekerja dengan hati-hati karena berkaitan dengan suhu panas, material logam, mesin produksi, dan standar keselamatan kerja. Peserta harus mampu mengikuti instruksi kerja, menggunakan alat pelindung diri dengan benar, menjaga kebersihan dan kerapian area kerja, serta memastikan proses produksi berjalan sesuai standar perusahaan. Dalam dunia manufaktur Jepang, ketelitian dan tanggung jawab merupakan bagian penting dari budaya kerja yang harus dipahami sejak masa pelatihan.
LPK Asia Kyoei Center terus memberikan pembinaan kepada peserta melalui pelatihan bahasa Jepang, latihan wawancara, pembentukan sikap kerja, pembinaan kedisiplinan, serta penguatan mental sebelum mengikuti mensetsu. Dengan pembinaan tersebut, peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik saat bertemu langsung dengan pihak perusahaan Jepang.
Keberhasilan 6 peserta yang diterima dalam mensetsu job heat treatment ini menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan. LPK Asia Kyoei Center berharap para peserta yang diterima dapat mengikuti seluruh proses lanjutan dengan baik, menjaga semangat belajar, dan mempersiapkan diri secara maksimal sebelum berangkat ke Jepang.
Melalui kegiatan mensetsu ini, LPK Asia Kyoei Center kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka peluang kerja internasional bagi calon pekerja Indonesia. Dengan pelatihan yang terarah dan kerja sama yang baik dengan perusahaan Jepang, LPK Asia Kyoei Center berharap semakin banyak peserta yang mampu meraih kesempatan bekerja, meningkatkan keterampilan, dan membangun masa depan yang lebih baik.
